[PUISI] Ombak, Sombong?
Ombak, Sombong?
Oleh : Rose Firdauzi Nakamura*
Ombak gemuruh tertawa terpingkal-pingkal bak kesetanan
menggulung air samudra luas timur Nihon
Ombak gagah menginjak-injak kecanggihan alarm pemberi tanda
ia akan datang, "praak..." mati!
Ombak buih hitam menari-nari lincah di atas reruntuhan puing bangunan,
pepohonan, kendaraan, hewan dan manusia sang makhluk berakal
Hempasan limbah kotor pekat terburai habis, berbau pengak!
Teriakan dan pekikan Asma Allah berbaur di antara kepanikan jiwa
dan lemahnya raga...
"Sugeee! Yabbai...! Kowaaa... Wuuaaa...tsunami...da...!"
"Ya, Allah... tatsukete... Astaghfirullah... Ya, Robbana, takuuuut....!"
Tercabiklah luluh lantak belahan bumi timur Negeri Sakura...
Empat kubus nuklir canggih terseok dalam hari hitungan jari lima!
Isak tangis yang tertinggal, mata nanar menatap kosong...
hati-hati yang berserah bertambah ta'at tunduk kepada-Nya
*
Ombak di tepian barat Nihon masih menempati posisinya, cantik!
Menatapi tangan-tangan manusia berakal menata bumi titipan
Ombak kalem berdesir pelan menemani nelayan menganyam jaring kusut,
melelapkan tidur anak dan istri
Ombak sesekali bergemuruh riuh rendah bersama hempasan papan
luncur lokal dan turis
Ombak terus menaati perintah Ilahi tanpa durhaka... tidak seperti
manusia yang kecil, lemah, tak berdaya, tapi sering tepuk dada...
Sombong!
Menatap ombak. Tafakur. Ampun Gusti Allah...
:puisidiarirosefn18maret2011:
* Ketua FLP Jepang (2010-2012)


